Transformasi Digital

Software Jadi Sering Tidak Terpakai. Ini Alasan Kami Membuatnya Mengikuti Cara Kerja Anda

Banyak perusahaan sudah membeli software, tapi tim tetap kembali ke buku dan Excel. Masalahnya bukan di tim, melainkan software yang memaksa cara kerja baru.

Tim Jejak Pantau 2 menit baca
Software Jadi Sering Tidak Terpakai. Ini Alasan Kami Membuatnya Mengikuti Cara Kerja Anda

Hampir setiap perusahaan yang kami temui punya cerita yang sama: pernah membeli software, dipakai dua bulan, lalu ditinggalkan. Tim kembali ke buku catatan, Excel, dan grup WhatsApp.

Kenapa software jadi sering ditinggalkan

  • Istilahnya asing. Di lapangan orang menyebut "WOC", "roll", atau "sampel A/B", tapi software memakai istilah umum yang membingungkan.
  • Alurnya tidak sama. Software meminta data yang tidak pernah dicatat, atau melewatkan langkah yang justru penting.
  • Laporannya tidak menjawab pertanyaan bos. Angkanya ada, tapi bukan angka yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan.

Tim tidak menolak teknologi. Mereka menolak bekerja dua kali.

Cara kami membangunnya

Sebelum menulis satu baris kode, tim kami turun ke lapangan: melihat bagaimana order masuk, bagaimana barang berpindah, dan siapa yang mencatat apa. Dari situ sistem disusun:

  1. Istilah dan alur mengikuti kebiasaan tim Anda.
  2. Mulai dari masalah yang paling mendesak, tidak harus semua modul sekaligus.
  3. Terhubung ke perangkat yang sudah ada, seperti mesin produksi, alat ukur, atau GPS kendaraan.
  4. Didampingi sampai benar-benar dipakai, bukan sekadar diserahkan.

Hasilnya

Tim tidak merasa "belajar sistem baru", karena sistemnya terasa seperti cara kerja mereka sendiri, hanya lebih rapi dan terpantau.

Ceritakan proses di perusahaan Anda, dan kami tunjukkan seperti apa sistemnya nanti.

Bagikan: WhatsApp LinkedIn

Artikel lainnya